Entah untuk yang keberapa kali saya menggunakan jasa transportasi kereta api. Dan entah sudah yang keberapa kali saya menaiki kereta Argo Parahyangan ini. Sebelumnya kereta jurusan Bandung - Gambir ini memiliki 2 rangkaian gerbong yang terpisah. Yang satu adalah rangkaian gerbong kelas bisnis. Dan yang satu lagi rangkaian gerbong kelas eksekutif. Namun, seiring berjalannya waktu, pihak KAI mengubah dan menggabungnya menjadi satu rangkaian gerbong bernama Argo Parahyangan. Mungkin moda transportasi kereta api ini kalah bersaing dengan jasa travel yang kian menjamur di rute Jakarta - Bandung. Padahal, gerbong kereta api ini sudah cukup nyaman menurut saya--untuk kelas eksekutif, untuk bisnis saya belum coba lagi. Hanya saja lama perjalanan yang ditempuh menurut saya terlalu lama, yaitu hingga 3 jam. Padahal, jika dibandingkan, mobil yang melewati tol Cipularang, bedanya bisa mencapai 1 jam. Dengan mobil, jakarta - bandung bisa ditempuh hanya denalgan 2 jam. Jika berandai-andai saya menginginkan kereta api Indonesia itu minimal secpat kereta peluru. Tapi apa daya hanya ini yang kita miliki.
Untuk kelas eksekutif, jarak antar baris tempat duduk lumayan jauh. Cukup nyaman untuk kaki. Tempat duduknya berupa kursi, lebih nyaman daripada bangku. Busa kursinya lumayan empuk. Sandaran kursi bisa disetel lumayan jauh kebelakang, cukup nyaman untuk bersandar dan tiduran. Bantal kecil untuk mengganjal kepala atau leher juga disediakan cuma-cuma. Di pegangan kursinya tersedia meja lipat untuk makan. Pegangan kursi ini cukup keras. Namun lumayan lah untuk sandaran tangan. Tapi saya pernah mendapati meja lipat yang tidak bisa dikeluarkan dari pegangan kursi. AC di kabin gerbong juga lumayan dingin, pas lah. Tempat penyimpanan barang yang biasanya ada di atas kepala memiliki disain yang berbeda dari kelas lainnya. Designnya minimalis dan dibuat menanjak sehingga barang yang ditaruh tidak jatuh ke orang yang berada di bawahnya. Karena design tempat duduknya 2-2 (2 kanan - 2 kiri), jalan untuk berlalu-lalang ditengah gerbong lumayan lapang. Tabrakan kaki dapat diminimalisasi sehingga penumpang merasa lebih nyaman.
Di gerbong ini tidak bakal ada pengamen, perokok, pedagang asongan biasa yang biasanya ada di kelas ekonomi. Yang ada hanyalah petugas restorasi KAI yang menawarkan menu makanan yang ada di restorasi. Hal ini membuat nyaman sebagai penumpang, tapi membuat pilihan makanan terbatas hanya yang disediakan oleh petugas. Petugas yang menjajakan souvenir khas KAI juga ada. Namun yang terlihat jelas oleh saya hanyalah miniatur kereta. Pintu antar gerbong ini juga cukup bagus. Dilengkapi dengan tombol elektrik. Mudah untuk mengunci dan membuka. Membuka dengan menekan dan menutup secara otomatis. Tapi, saya pernah mendapati pintu yang elektriknya rusak. Membuka dan menutup pintu menjadi sulit.
Yah seperti itulah kira-kira pengalaman saya menggunakan kereta api Argo Parahyangan kelas eksekutif. Semoga kenyamanan bisa dirasakan disemua kelas. Dan keselamatan penumpang serta kenyamanan menjadi tujuan utama. Dan semoga waktu yang ditempuh dapat dipersingkat lagi.
Selasa, 20 November 2012
Kenyamanan KA Argo Parahyangan kelas Eksekutif
Kamis, 08 November 2012
Trotoar jalan Surya Sumantri Bandung
Aneh banget masa habis direnovasi bukannya tambah cantik or tambah rapih. Ini malah jadi berantakan. Setelah direnovasi, trotoar tersebut memang memiliki material baru. Pinggiran trotoarnya juga sudah mulai (atau sudah selesai?) dicat. Tapiiiiiii....... ketika pengerjaan renovasi ini kan trotoar lamanya dicopot. Batu2 dan batako yang menempel dicopot2I dan diganti dengan lempengan batu yang lebar namun tipis. Terlihat dan terbukti lebih ringkih mudah pecah. Oh iya lanjut ke tapiiiiiinya. Tapiiiiii setelah dicopoti, berangkalnya malah ditaruh diatas trotoar dan bahkan ada yang masih di badan jalan. Sehingga ada bagian trotoar yang malah tidak bisa dipakai. Dan ada ruas jalan yang arusnya terganggu akibat adanya brangkal bekas trotoar. Kalo dipikir, mending gak usah direnovasi aja kali ya. Atau ini memang sengaja diproyekin biar dapet komisi, hihihi ujung2nya korupsi. Dasar Indonesi.... dah basi sama yang begini.... hihihi
Senin, 05 November 2012
Tidur lebih awal bangun pagi jadi semangat
Banyak yang bilang bangun pagi tuh susah. Kalo pagi tuh gak semangat ngapa2in. Mata masih sepet. Udara masih dingin. Badan masih lemes. Mau sarapan tapi mulut masih asem.
Nah, sebenernya ini semua berasal dari tidur yang kurang berkualitas. Coba bayangin kalo tidur tuh sama aja ngecharge ulang energi kita. Harusnya kan badan malah seger setelah tidur. Tapi koq ini malah lemes dan males. Itu sbenernya pertanda tidurnya gak cukup. Coba inget2 kapan kalian tidur di awal waktu? Kapan tidur gak dilarut malam? Jarang kan?! Nah itu dia, badan kita terus2an nagih buat diistirahatkan. Fatigue badan kalian terus terakumulasi selama belum mendapatkan istirahat yang cukup.
Solusinya tidak lain dan tidak bukan adalah tidur di awal waktu dan teratur. Jika tidur cukup dan berkualitas, badan akan segar kembali ketika bangun. Bahkan jika jam biologis sudah benar kembali kita tidak perlu alarm untuk bangun. Jika sudah tidak susah bangun pagi kita pun akan mudah dan ceria menjalani hari. Semangat ke sekolah, kuliah, atau ke tempat kerja pun akan mudah didapat. Dan jangan lupa juga untuk sarapan.