Rabu, 26 Desember 2012

Kota yang Mandiri

Dibalik udara yang sejuk. Bandung mempunyai cerita yang menarik. Dan cerita2 yang menarik banyak terjadi di jalan. Tempat semua orang lalu lalang ke tujuannya masing2.
Mungkin mudah dan murahnya cara untuk mendapatkan motor membuat alat transportasi ini semakin menjamur. Dalam satu rumah saja, ada yang memiliki lebih dari satu motor, bahkan hingga 4 unit sekaligus. Banyaknya motor ini membuat jalan raya terasa sangat sempit untuk menampung semuanya ketika mereka semua turun ke jalan dalam satu waktu.
Kebanyakan dari pengendara motor ini memiliki watak utama yang sama. Mereka semua sangat MANDIRI. Mereka bisa mengatur diri mereka sendiri. Seakan tak perlu adanya rambu, petugas, atau pun aturan.
Di mulai dari persimpangan. Banyak persimpangan yang lampu lalu lintasnya dibuat hanya kelap kelip lampu kuning, dimatikan, atau bahkan tidak memiliki lampu lalu lintas. Sungguh membuat pengendara menjadi mandiri bukan?! Mereka bisa mengatur penyebrangan sendiri. Jarang ada yang celaka. Paling juga sedikit bersenggolan dan saling otot2an ketika mereka saling berebut untuk lewat.
O ya, ada persimpangn yang unik. Lampu merah berfungsi ketika untuk memberhentikan kendaraan. Tapi ketika mempersilakan kendaraan untuk jalan, lampu hijau nya tidak menyala, hanya lampu merahnya saja yang mati. Seperti start moto GP. Dan yang menherankan, pengendara sungguh mandiri. Mereka tidak kebingungan kapan harus berhenti dan kapan harus jalan. Padahal di lain persimpangan ada juga yang kebalikan, hijau menyala ketika kendaraan harus jalan, dan lampu merah tidak menyala, hanya lampu hijau yg mati saja sebagai penanda kendaraan harus berhenti.
Ada juga, eh banyak juga, pengendara yang lebih mandiri. Mereka tidak butuh lampu lalu lintas untuk mengatur mereka. Mereka memberhentikan kendaraan melewati garis batas zebra cross dan bahkan melewati lampu lalu lintas, sehingga tidak dapat dipantau mereka. Namun karena mereka sudah mandiri, mereka tau kapan harus go ketika lampu hijau (kalau ada dan menyala).
Untuk masalah shortcut atau jalan pintas pengendara motor kebanyakan sangat jago dan sangat mandiri. Tidak perlu petugas yang mengatur atau rambu pemberitahuan untuk mengarahkan ke jalan pintas ini.
Di daerah pasteur ada separator jalan di tengah2 berbentuk taman kecil. Tapi ada celah2 yang tak ditumbuhi tanaman. Dengan instingnya yang mandiri, mereka sudah tau bahwa celah itu dapat digunakan untuk menyebrang atau melakukan u-turn.
Karena di Bandung banyak jalan yang 1 arah, membuat pengendara harus memutar lebih jauh untuk menyebrang ke arah yang berlawanan. Tapi tenang, mereka sudah mandiri. Mereka sudah tau jalan pintas yang lebih cepat. Mereka menjalankan kendaraannya dengan melawan arah menyusuri sebelah kiri jalan.
Hmmm... selain itu semua, ada jalan pintas yang paling favorit. Yaitu, TROTOAR. Disini tidak ada mobil yang bakal lewat. Dengan instingnya yang mandiri, mereka tau bahwa lewat trotoar waktu tempuh jadi cepat. Apalagi ketika ada macet di badan jalan. Tak perlu diatur petugas mereka sudah mandiri memperlancar jalan kendaraan mereka.
Selain itu semua mungkin masih banyak contoh dan bukti bahwa mereka semua sudah mandiri. Mereka punya aturan sendiri yang lebih efektif buat mereka daripada aturan yang ada dan sudah dibuat. Mereka tidak butuh (atau bahkan tidak peduli) petugas yang mengatur, karena mereka bisa mengatur dengan cara mereka sendiri.

Selasa, 20 November 2012

Kenyamanan KA Argo Parahyangan kelas Eksekutif

Entah untuk yang keberapa kali saya menggunakan jasa transportasi kereta api. Dan entah sudah yang keberapa kali saya menaiki kereta Argo Parahyangan ini. Sebelumnya kereta jurusan Bandung - Gambir ini memiliki 2 rangkaian gerbong yang terpisah. Yang satu adalah rangkaian gerbong kelas bisnis. Dan yang satu lagi rangkaian gerbong kelas eksekutif. Namun, seiring berjalannya waktu, pihak KAI mengubah dan menggabungnya menjadi satu rangkaian gerbong bernama Argo Parahyangan. Mungkin moda transportasi kereta api ini kalah bersaing dengan jasa travel yang kian menjamur di rute Jakarta - Bandung. Padahal, gerbong kereta api ini sudah cukup nyaman menurut saya--untuk kelas eksekutif, untuk bisnis saya belum coba lagi. Hanya saja lama perjalanan yang ditempuh menurut saya terlalu lama, yaitu hingga 3 jam. Padahal, jika dibandingkan, mobil yang melewati tol Cipularang, bedanya bisa mencapai 1 jam. Dengan mobil, jakarta - bandung bisa ditempuh hanya denalgan 2 jam. Jika berandai-andai saya menginginkan kereta api Indonesia itu minimal secpat kereta peluru. Tapi apa daya hanya ini yang kita miliki.
Untuk kelas eksekutif, jarak antar baris tempat duduk lumayan jauh. Cukup nyaman untuk kaki. Tempat duduknya berupa kursi, lebih nyaman daripada bangku. Busa kursinya lumayan empuk. Sandaran kursi bisa disetel lumayan jauh kebelakang, cukup nyaman untuk bersandar dan tiduran. Bantal kecil untuk mengganjal kepala atau leher juga disediakan cuma-cuma. Di pegangan kursinya tersedia meja lipat untuk makan. Pegangan kursi ini cukup keras. Namun lumayan lah untuk sandaran tangan. Tapi saya pernah mendapati meja lipat yang tidak bisa dikeluarkan dari pegangan kursi. AC di kabin gerbong juga lumayan dingin, pas lah. Tempat penyimpanan barang yang biasanya ada di atas kepala memiliki disain yang berbeda dari kelas lainnya. Designnya minimalis dan dibuat menanjak sehingga barang yang ditaruh tidak jatuh ke orang yang berada di bawahnya. Karena design tempat duduknya 2-2 (2 kanan - 2 kiri), jalan untuk berlalu-lalang ditengah gerbong lumayan lapang. Tabrakan kaki dapat diminimalisasi sehingga penumpang merasa lebih nyaman.
Di gerbong ini tidak bakal ada pengamen, perokok, pedagang asongan biasa yang biasanya ada di kelas ekonomi. Yang ada hanyalah petugas restorasi KAI yang menawarkan menu makanan yang ada di restorasi. Hal ini membuat nyaman sebagai penumpang, tapi membuat pilihan makanan terbatas hanya yang disediakan oleh petugas. Petugas yang menjajakan souvenir khas KAI juga ada. Namun yang terlihat jelas oleh saya hanyalah miniatur kereta. Pintu antar gerbong ini juga cukup bagus. Dilengkapi dengan tombol elektrik. Mudah untuk mengunci dan membuka. Membuka dengan menekan dan menutup secara otomatis. Tapi, saya pernah mendapati pintu yang elektriknya rusak. Membuka dan menutup pintu menjadi sulit.
Yah seperti itulah kira-kira pengalaman saya menggunakan kereta api Argo Parahyangan kelas eksekutif. Semoga kenyamanan bisa dirasakan disemua kelas. Dan keselamatan penumpang serta kenyamanan menjadi tujuan utama. Dan semoga waktu yang ditempuh dapat dipersingkat lagi.


Kamis, 08 November 2012

Trotoar jalan Surya Sumantri Bandung

Aneh banget masa habis direnovasi bukannya tambah cantik or tambah rapih. Ini malah jadi berantakan. Setelah direnovasi, trotoar tersebut memang memiliki material baru. Pinggiran trotoarnya juga sudah mulai (atau sudah selesai?) dicat. Tapiiiiiii....... ketika pengerjaan renovasi ini kan trotoar lamanya dicopot. Batu2 dan batako yang menempel dicopot2I dan diganti dengan lempengan batu yang lebar namun tipis. Terlihat dan terbukti lebih ringkih mudah pecah. Oh iya lanjut ke tapiiiiiinya. Tapiiiiii setelah dicopoti, berangkalnya malah ditaruh diatas trotoar dan bahkan ada yang masih di badan jalan. Sehingga ada bagian trotoar yang malah tidak bisa dipakai. Dan ada ruas jalan yang arusnya terganggu akibat adanya brangkal bekas trotoar. Kalo dipikir, mending gak usah direnovasi aja kali ya. Atau ini memang sengaja diproyekin biar dapet komisi, hihihi ujung2nya korupsi. Dasar Indonesi.... dah basi sama yang begini.... hihihi

Senin, 05 November 2012

Tidur lebih awal bangun pagi jadi semangat

Banyak yang bilang bangun pagi tuh susah. Kalo pagi tuh gak semangat ngapa2in. Mata masih sepet. Udara masih dingin. Badan masih lemes. Mau sarapan tapi mulut masih asem.
Nah, sebenernya ini semua berasal dari tidur yang kurang berkualitas. Coba bayangin kalo tidur tuh sama aja ngecharge ulang energi kita. Harusnya kan badan malah seger setelah tidur. Tapi koq ini malah lemes dan males. Itu sbenernya pertanda tidurnya gak cukup. Coba inget2 kapan kalian tidur di awal waktu? Kapan tidur gak dilarut malam? Jarang kan?! Nah itu dia, badan kita terus2an nagih buat diistirahatkan. Fatigue badan kalian terus terakumulasi selama belum mendapatkan istirahat yang cukup.
Solusinya tidak lain dan tidak bukan adalah tidur di awal waktu dan teratur. Jika tidur cukup dan berkualitas, badan akan segar kembali ketika bangun. Bahkan jika jam biologis sudah benar kembali kita tidak perlu alarm untuk bangun. Jika sudah tidak susah bangun pagi kita pun akan mudah dan ceria menjalani hari. Semangat ke sekolah, kuliah, atau ke tempat kerja pun akan mudah didapat. Dan jangan lupa juga untuk sarapan.

Minggu, 14 Oktober 2012

Mudik Mingguan ke Cikampek

Hah entah disebut apa daerah ini. Kota atau desa. Dibilang kota tapi gedung-gedung masih jarang sekali. Namun jika dibilang desa rasanya sudah tidak cocok lagi. Sudah jarang ada sawah bahkan kebun juga sudah jarang. Bahkan transportasi juga tidak sulit, angkot ada, ojek pun ada banyak.
Sudah berapa lama hujan tidak turun disini. Kususnya di daerah tempat ku tinggal, Perumahan Taman Griya Permai. Disini panas sangat terisa menyiksa. Peluh tidak henti-hentinya mengalir. Entah kapan hujan akan turun deras membasahi daerah ini.
Banyak orang-orang yang mengeluh dengan kondisi seperti ini. Selain panas, kemarau berkepanjangan juga membuat air tanah sulit didapat. Di beberapa rumah warga bahkan ada yang sumurnya diperdalam, termasuk di rumahku. Saat kesulitan air ini barulah kita memperhatikan betul tentang efisiensi penggunaan air.
Semoga kemarau ini segera berahir. Mungkin ini sedikit teguran dari Yang Maha Kuasa agar kita selalu ingat dan bersukur atas nikmat-Nya.