Dibalik udara yang sejuk. Bandung mempunyai cerita yang menarik. Dan cerita2 yang menarik banyak terjadi di jalan. Tempat semua orang lalu lalang ke tujuannya masing2.
Mungkin mudah dan murahnya cara untuk mendapatkan motor membuat alat transportasi ini semakin menjamur. Dalam satu rumah saja, ada yang memiliki lebih dari satu motor, bahkan hingga 4 unit sekaligus. Banyaknya motor ini membuat jalan raya terasa sangat sempit untuk menampung semuanya ketika mereka semua turun ke jalan dalam satu waktu.
Kebanyakan dari pengendara motor ini memiliki watak utama yang sama. Mereka semua sangat MANDIRI. Mereka bisa mengatur diri mereka sendiri. Seakan tak perlu adanya rambu, petugas, atau pun aturan.
Di mulai dari persimpangan. Banyak persimpangan yang lampu lalu lintasnya dibuat hanya kelap kelip lampu kuning, dimatikan, atau bahkan tidak memiliki lampu lalu lintas. Sungguh membuat pengendara menjadi mandiri bukan?! Mereka bisa mengatur penyebrangan sendiri. Jarang ada yang celaka. Paling juga sedikit bersenggolan dan saling otot2an ketika mereka saling berebut untuk lewat.
O ya, ada persimpangn yang unik. Lampu merah berfungsi ketika untuk memberhentikan kendaraan. Tapi ketika mempersilakan kendaraan untuk jalan, lampu hijau nya tidak menyala, hanya lampu merahnya saja yang mati. Seperti start moto GP. Dan yang menherankan, pengendara sungguh mandiri. Mereka tidak kebingungan kapan harus berhenti dan kapan harus jalan. Padahal di lain persimpangan ada juga yang kebalikan, hijau menyala ketika kendaraan harus jalan, dan lampu merah tidak menyala, hanya lampu hijau yg mati saja sebagai penanda kendaraan harus berhenti.
Ada juga, eh banyak juga, pengendara yang lebih mandiri. Mereka tidak butuh lampu lalu lintas untuk mengatur mereka. Mereka memberhentikan kendaraan melewati garis batas zebra cross dan bahkan melewati lampu lalu lintas, sehingga tidak dapat dipantau mereka. Namun karena mereka sudah mandiri, mereka tau kapan harus go ketika lampu hijau (kalau ada dan menyala).
Untuk masalah shortcut atau jalan pintas pengendara motor kebanyakan sangat jago dan sangat mandiri. Tidak perlu petugas yang mengatur atau rambu pemberitahuan untuk mengarahkan ke jalan pintas ini.
Di daerah pasteur ada separator jalan di tengah2 berbentuk taman kecil. Tapi ada celah2 yang tak ditumbuhi tanaman. Dengan instingnya yang mandiri, mereka sudah tau bahwa celah itu dapat digunakan untuk menyebrang atau melakukan u-turn.
Karena di Bandung banyak jalan yang 1 arah, membuat pengendara harus memutar lebih jauh untuk menyebrang ke arah yang berlawanan. Tapi tenang, mereka sudah mandiri. Mereka sudah tau jalan pintas yang lebih cepat. Mereka menjalankan kendaraannya dengan melawan arah menyusuri sebelah kiri jalan.
Hmmm... selain itu semua, ada jalan pintas yang paling favorit. Yaitu, TROTOAR. Disini tidak ada mobil yang bakal lewat. Dengan instingnya yang mandiri, mereka tau bahwa lewat trotoar waktu tempuh jadi cepat. Apalagi ketika ada macet di badan jalan. Tak perlu diatur petugas mereka sudah mandiri memperlancar jalan kendaraan mereka.
Selain itu semua mungkin masih banyak contoh dan bukti bahwa mereka semua sudah mandiri. Mereka punya aturan sendiri yang lebih efektif buat mereka daripada aturan yang ada dan sudah dibuat. Mereka tidak butuh (atau bahkan tidak peduli) petugas yang mengatur, karena mereka bisa mengatur dengan cara mereka sendiri.
Rabu, 26 Desember 2012
Kota yang Mandiri
Langganan:
Postingan (Atom)